Gfr6TUC7BUM9TSd5TfW0BSro
Light Dark
Wisuda Sekolah Lansia Berumur 51 Tahun di Bandung, 30 Wisudawan Siap Dorong Produktivitas Lansia

Wisuda Sekolah Lansia Berumur 51 Tahun di Bandung, 30 Wisudawan Siap Dorong Produktivitas Lansia

Daftar Isi
×

Komitmen Mendorong Produktivitas Lansia

Pada tanggal 28 Februari 2026, sekitar 30 orang lanjut usia (lansia) dari berbagai daerah merayakan wisuda angkatan pertama Sekolah Lansia Sahabat Abadi yang diadakan di Cimencrang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung. Program ini merupakan langkah nyata untuk mendorong lansia agar tetap aktif, produktif, dan berkontribusi dalam pembangunan sosial seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut di Jawa Barat.

Inisiatif Pemberdayaan Berbasis Komunitas

Sekolah Lansia yang diinisiasi oleh Perkumpulan Studi dan Aksi Kependudukan Indonesia (PSAK-INDONESIA) dirancang sebagai model pemberdayaan berbasis komunitas. Para peserta tidak hanya terlibat dalam proses pembelajaran, tetapi juga dipersiapkan untuk menjadi kader sosial yang dapat menggerakkan lansia lain di lingkungan mereka.

Ketua Umum PSAK-INDONESIA, Drs. H. Cucu Sutara, MM, menekankan bahwa pendekatan terhadap lansia perlu mengalami perubahan paradigma. Dia menjelaskan bahwa lansia tidak semestinya hanya dipandang sebagai kelompok rentan, melainkan sebagai sumber kekuatan sosial yang memiliki pengalaman dan kebijaksanaan hidup.

“Lansia adalah modal sosial bangsa. Mereka memiliki nilai, pengalaman, dan kearifan yang mampu memperkuat ketahanan keluarga. Ketika lansia berdaya, masyarakat menjadi lebih kokoh,” ujar Cucu Sutara.

Peran Sosial dan Harapan untuk Masa Depan

Cucu Sutara melanjutkan bahwa semua peserta Sekolah Lansia Sahabat Abadi adalah kader aktif di wilayah masing-masing. Dengan pengalaman sosial yang telah dimiliki, diharapkan para lulusan dapat menjadi agen perubahan dan penggerak komunitas lansia di tingkat lokal.

Dia berharap bahwa model sekolah lansia ini dapat diterapkan di berbagai daerah sebagai bagian dari strategi peningkatan keluarga yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan demografi di Indonesia. “Proses menua bukan akhir produktivitas seseorang. Justru pada fase tersebut, lansia memiliki peran strategis sebagai penjaga nilai keluarga, penguat hubungan sosial, serta penyeimbang kehidupan masyarakat,” ungkapnya.

Pengalaman Wisudawan dan Data Demografi

Salah satu wisudawan, Rina, mengungkapkan bahwa ia mendapatkan banyak pengetahuan selama mengikuti pembelajaran selama beberapa bulan terakhir. Materi yang diterima mencakup penguatan sosial, kesehatan, hingga peran lansia dalam kehidupan komunitas.

“Ilmu yang kami dapat sangat bermanfaat. Saya ingin membagikan pengalaman ini kepada lansia lain di daerah saya agar mereka tetap aktif dan percaya diri,” kata Rina.

Cucu Sutara juga mencatat bahwa program Sekolah Lansia ini merupakan respons terhadap perubahan struktur kependudukan di Jawa Barat yang kini memasuki fase ageing population. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), proporsi lansia di Jawa Barat telah mencapai sekitar 11,25 persen dari total penduduk.

Satu dari sepuluh warga Jawa Barat adalah lansia, dengan rasio ketergantungan lansia tercatat sekitar 17 per 100 penduduk usia produktif. Ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan akan dukungan sosial dan kebijakan yang adaptif bagi kelompok usia lanjut.

“Perubahan demografi dinilai bukan sekadar angka statistik, melainkan sinyal transformasi sosial yang memengaruhi sistem keluarga, ekonomi rumah tangga, hingga stabilitas sosial masyarakat,” tandasnya.

Prinsip Lifelong Learning dan Pemberdayaan Perempuan

Melalui pendekatan kader, diharapkan program ini dapat memberikan efek berganda. Satu lansia yang berdaya dapat memperkuat dirinya sendiri dan memberikan dampak positif bagi keluarga dan lingkungan sosialnya. Sekolah Lansia Sahabat Abadi juga mengusung prinsip lifelong learning, yaitu pembelajaran sepanjang hayat tanpa batas usia, yang sejalan dengan pendekatan active ageing.

“Secara nasional, program ini dinilai selaras dengan Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) yang menempatkan pembangunan manusia sebagai proses berkelanjutan lintas generasi,” jelas Cucu Sutara.

Data BPS menunjukkan bahwa lebih dari 51 persen lansia di Jawa Barat adalah perempuan, sehingga pemberdayaan lansia juga menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas hidup mereka di masyarakat.




Sumber: radarbandung.id (28/02/2026)

0Komentar