Gfr6TUC7BUM9TSd5TfW0BSro
Light Dark
Menu MBG Pisang dan Mie Bikin Heboh di Kabupaten Bandung, Netizen: "Fungsinya Apa Ada Ahli Gizi?"

Menu MBG Pisang dan Mie Bikin Heboh di Kabupaten Bandung, Netizen: "Fungsinya Apa Ada Ahli Gizi?"

Daftar Isi
×

Menu MBG di Kabupaten Bandung Bikin Heboh

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di SDN Taman Kopo Indah, Kabupaten Bandung, pada Kamis, 5 Maret 2026, menghadapi sorotan tajam dari masyarakat. 

Penampakan menu yang dibagikan, yang terdiri dari satu porsi mie goreng dan satu buah pisang, dianggap tidak memenuhi standar gizi seimbang yang seharusnya diterapkan. 

Peran Ahli Gizi jadi Sorotan

Hal ini semakin diperparah dengan anggaran bahan baku yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) berkisar antara Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi, yang seharusnya dapat menghasilkan menu yang lebih bergizi.

Reaksi netizen pun langsung membanjiri media sosial. 'Akun @irma_maurina menulis, "Fungsinya ada ahli gizi buat apa yaa klu mbg nya kyk gitu?" yang disukai oleh 304 orang, menunjukkan ketidakpuasan masyarakat terhadap kualitas makanan yang disediakan. 

Bahkan, akun @riandiwandika menambahkan, "ini mah bukan Makanan Bergizi Gratis tapi Makanan Bersyukur Gratis 😭😭", yang mencerminkan frustrasi yang sama dari pengguna lain.

Pandangan Kritis Lainnya

Tak hanya itu, akun @nenden_a.n pun mengungkapkan kekecewaannya dengan mengatakan, "Singkong potong 3biji kecil +tahu+ minuman 😥ya allah sanes nolak rejeki tp abi mampu keneh masihan tuang murangkalih abi nu disebut bergizi🙏 #izin". 

Sementara itu, beberapa netizen lainnya menunjukkan skeptisisme terhadap program ini, seperti yang dinyatakan oleh akun @amifahmi30, "Semua SPPG di kab. Bandung mah ga ada yang bener, ti kepala daerah na ge sarua", yang menyoroti masalah lebih luas dalam pengelolaan program makan bergizi.

Harapan Perbaikan Mutu MBG

Dengan banyaknya komentar kritis yang muncul, jelas bahwa masyarakat mengharapkan perbaikan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. 

Kesadaran akan pentingnya gizi yang baik bagi anak-anak harus menjadi prioritas, dan harapan untuk melihat langkah konkrit dari pemerintah sangatlah tinggi.

0Komentar