
Pemerintah Kota Bandung mengumumkan revitalisasi empat ruang publik utama yang bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan aksesibilitas bagi masyarakat. Proyek ini mencakup Taman Lansia, Alun-alun Kota Bandung, Hutan Kota Babakan Siliwangi, dan kawasan bawah Jembatan Pasupati.
Fokus Penataan Ruang Publik
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa penataan ini mengedepankan aspek keselamatan dan fungsi sosial kawasan. "Revitalisasi merupakan bagian dari komitmen menghadirkan ruang publik yang lebih ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk lansia dan penyandang disabilitas," ungkap Farhan.
Di Taman Lansia, perbaikan akan dilakukan pada fasilitas pendukung aktivitas warga lanjut usia. Jogging track diperbarui agar lebih rata dan aman, serta dilengkapi handrail di sejumlah titik strategis. "Pemerintah juga memperbaiki dinding penahan tanah serta menerapkan warna kontras pada jalur tertentu guna membantu visibilitas lansia," tambahnya.
Peningkatan Keamanan dan Aksesibilitas
Farhan juga menekankan bahwa penataan Alun-alun Kota Bandung dilakukan secara menyeluruh. "Pemerintah memasang pagar baru untuk meningkatkan keamanan, sekaligus menambah jalur khusus disabilitas agar akses lebih setara," katanya. Selain itu, penambahan tempat duduk dan fasilitas penyimpanan sepatu juga turut dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Perbaikan sistem drainase dan bak tanaman juga menjadi perhatian untuk mencegah genangan air saat hujan dan menjaga keindahan kawasan pusat kota.
Revitalisasi Hutan Kota dan Kolong Jembatan
Dalam revitalisasi Hutan Kota Babakan Siliwangi, pembangunan gerbang baru akan menjadi identitas kawasan, disertai penambahan penerangan di berbagai titik serta perbaikan fasilitas umum seperti toilet dan mushola. Penataan kolam dan jalur forest walk juga dilakukan demi keamanan tanpa mengurangi karakter alami kawasan.
Farhan mengungkapkan bahwa kawasan bawah Jembatan Pasupati kini disulap menjadi zona olahraga yang produktif, dengan penataan menjadi lapangan futsal, basket, dan trek sepeda anak. "Transformasi kolong jembatan menjadi contoh pemanfaatan ruang kota secara kreatif," ujarnya.
Investasi Sosial untuk Masa Depan
Farhan menegaskan bahwa penataan ruang publik bukan sekadar mempercantik kota. "Melainkan investasi sosial jangka panjang. Ruang yang tertata baik akan mendorong interaksi warga, aktivitas fisik, serta memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan," tegasnya.
Pemkot Bandung berkomitmen untuk melakukan pemeliharaan rutin agar fasilitas yang diperbarui tetap terjaga kualitasnya. "Evaluasi berkala juga disiapkan untuk menampung masukan masyarakat," tambahnya.
Dengan rampungnya revitalisasi empat kawasan ruang terbuka hijau, Farhan berharap wajah kota semakin representatif sebagai kota yang humanis, inklusif, dan adaptif terhadap kebutuhan warganya.
Sumber: radarbandung.id (16/02/2026)


0Komentar
Jangan lupa kasih komentar yaaa :D