Gfr6TUC7BUM9TSd5TfW0BSro
Light Dark
Jelang Ramadan Dinsos Kota Bandung Reunifikasi 75 PPKS, dan Upaya Penjaringan Terus Digencarkan

Jelang Ramadan Dinsos Kota Bandung Reunifikasi 75 PPKS, dan Upaya Penjaringan Terus Digencarkan

Daftar Isi
×

Dinas Sosial Bandung Tingkatkan Penjaringan PPKS Jelang Ramadan

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung melaporkan kemajuan yang signifikan dalam upaya penjaringan Penyandang Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) pada bulan Januari 2026. Dari total 77 individu yang terjaring, sebanyak 75 orang berhasil direunifikasi atau dikembalikan kepada keluarga mereka, sedangkan dua orang lainnya masih dalam proses pendampingan di Rumah Singgah.

Efektivitas Penanganan Pasca-Penjaringan

Kepala Dinsos Kota Bandung, Yorisa Sativa, mengungkapkan bahwa hasil ini menunjukkan efektivitas dalam penanganan pascapenjaringan. Proses asesmen dan pendampingan dilakukan dengan cepat dan terukur sehingga sebagian besar PPKS dapat segera dipulangkan. “Dalam tiga minggu terakhir, yang tersisa di Rumah Singgah tinggal dua orang,” ujar Yorisa pada Selasa (10/2/2026).

Yorisa menjelaskan bahwa PPKS dari Kota Bandung dikembalikan kepada keluarga melalui skema pembinaan, sedangkan PPKS dari luar daerah dipulangkan ke wilayah asal mereka. Proses ini dilakukan dengan koordinasi antar daerah, termasuk dinas sosial kabupaten/kota dan pemerintah provinsi.

Strategi Reunifikasi dan Penjaringan

Yorisa menekankan bahwa langkah reunifikasi adalah bagian penting dari strategi pencegahan agar PPKS tidak kembali ke jalan. Pendekatan ini berfokus pada solusi berkelanjutan dengan melibatkan keluarga dan lingkungan terdekat sebagai basis pemulihan sosial. Memasuki bulan Februari dan menjelang Ramadan, Dinsos Kota Bandung berencana untuk meningkatkan intensitas penjaringan dan penjangkauan.

Upaya ini sejalan dengan arahan Wali Kota Bandung yang menekankan pentingnya penataan wajah kota serta antisipasi terhadap lonjakan PPKS di ruang publik. Yorisa memaparkan bahwa fokus penjaringan akan diarahkan pada 17 ruas jalan utama dan beberapa kawasan strategis. “Tujuannya bukan sekadar mereduksi keberadaan di jalan, tapi memberi solusi agar mereka tidak kembali turun,” kata Yorisa.

Peningkatan Potensi PPKS Selama Ramadan

Di sisi lain, Yorisa mengingatkan bahwa Pemkot Bandung perlu mewaspadai potensi peningkatan jumlah PPKS selama bulan Ramadan. Berdasarkan pemetaan awal, terdapat sekitar 17 hingga 28 titik rawan yang diprediksi akan menjadi lokasi munculnya PPKS, terutamanya di pusat keramaian.

Ramadan sering kali dimanfaatkan oleh sebagian PPKS karena meningkatnya aktivitas berbagi dari masyarakat. Bantuan tidak disalurkan di jalan, melainkan penjangkauan dilakukan secara lebih intensif. “Hasil penjaringan sebelumnya menunjukkan PPKS didominasi oleh gelandangan dan pengemis, termasuk tunawisma serta keluarga yang tinggal di gerobak,” ujarnya.

Data PPKS dan Rencana Ke Depan

Yorisa juga menyampaikan bahwa dalam satu kegiatan, Dinsos menemukan sedikitnya tiga keluarga yang tinggal di gerobak dan langsung ditangani, termasuk pengangkutan sarana yang mereka gunakan. Untuk sebaran wilayah, kawasan Asia Afrika dan Taman Maluku tercatat sebagai titik dengan jumlah PPKS terbanyak. Menariknya, mayoritas PPKS yang terjaring adalah wajah baru, khususnya warga asal Kota Bandung.

“Sekitar 20 orang PPKS asal Kota Bandung yang terjaring itu semuanya baru, sementara PPKS dari luar daerah, terutama yang menggunakan gerobak, jumlahnya juga cukup signifikan dan telah dipulangkan sesuai prosedur,” tambahnya. Menjelang Ramadan, Dinsos memastikan akan melanjutkan penjaringan tahap berikutnya dengan waktu yang dipilih secara strategis untuk menekan potensi lonjakan PPKS serta memastikan penanganan sosial berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.



Sumber: radarbandung.id (12/02/2026)

0Komentar