
Kerusakan Jembatan Sasak Geulis Dikecam
Pemerintah Kabupaten Bandung mengungkapkan kekecewaan terhadap Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dianggap lalai dalam menangani kerusakan Jembatan Sasak Geulis yang terletak di Kecamatan Dayeuhkolot. Kerusakan ini telah berlangsung hampir empat tahun dan mendapatkan perhatian serius dari pihak Pemkab Bandung.
Pernyataan Bupati Bandung
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menegaskan bahwa jembatan tersebut mengalami retak struktural sejak tahun 2021. Ia menekankan bahwa jembatan ini seharusnya menjadi prioritas bagi pemerintah provinsi karena statusnya sebagai jalan provinsi yang sangat penting bagi mobilitas masyarakat.
“Ini bukan persoalan baru. Sudah kami sampaikan berkali-kali. Jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah terjadi korban,” ujar Dadang pada Selasa (10/2).
Usulan dan Peringatan yang Tak Direspons
Menurut Dadang, Pemkab Bandung telah berulang kali mengajukan usulan dan memberikan peringatan baik melalui surat resmi maupun dalam pertemuan langsung. Namun, hingga saat ini, perbaikan permanen pada jembatan tersebut belum juga direalisasikan.
Saat ini, Jembatan Sasak Geulis hanya ditopang oleh konstruksi bailey sebagai solusi sementara. Dadang menilai kondisi ini tidak sebanding dengan tingginya volume lalu lintas harian, mengingat jembatan ini merupakan akses penting bagi penghubung wilayah Bandung Selatan.
“Beban lalu lintasnya tinggi, sementara penanganannya hanya bersifat sementara. Ini tentu berisiko bagi keselamatan masyarakat,” tambahnya.
Kurangnya Koordinasi Antara Pemerintah
Selain itu, Dadang juga menyoroti kurangnya koordinasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah daerah dalam menentukan prioritas pembangunan infrastruktur.
Ia menegaskan pentingnya melibatkan kepala daerah secara serius, karena mereka yang paling memahami kondisi di lapangan dan risiko yang dihadapi oleh masyarakat. “Kalau ini terus dibiarkan, berarti ada kelalaian,” tegasnya.
Keluhan dari Masyarakat
Sebelumnya, kondisi Jembatan Sasak Geulis juga telah menjadi perhatian dari berbagai elemen masyarakat, terutama terkait minimnya penerangan dan risiko kecelakaan yang meningkat, terutama di malam hari.
Sumber: radarbandung.id (10/02/2026)


0Komentar
Jangan lupa kasih komentar yaaa :D