
Peningkatan Wisatawan Perkuat Ekonomi Bandung
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melaporkan pencapaian yang signifikan dalam sektor pariwisata sepanjang tahun 2025, dengan hampir 12 juta wisatawan tercatat berkunjung ke kota ini. Angka kunjungan yang tinggi tersebut menghasilkan sekitar 24 juta perjalanan wisata dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Destinasi Utama di Indonesia
Lonjakan aktivitas wisata menunjukkan bahwa Bandung tetap menjadi salah satu destinasi utama di Indonesia. Pergerakan para wisatawan ini berkontribusi pada perputaran ekonomi yang melibatkan berbagai sektor, termasuk jasa, perdagangan, dan industri kreatif.
Momentum Strategis untuk Mengoptimalkan Potensi Pariwisata
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut pencapaian tersebut sebagai momentum strategis bagi pemerintah daerah untuk memaksimalkan seluruh potensi pariwisata yang telah ada. Ia menekankan bahwa keberhasilan dalam sektor wisata harus diimbangi dengan pengelolaan yang terencana dan berkelanjutan.
Farhan menegaskan pentingnya pengemasan infrastruktur dan fasilitas pariwisata yang ada agar lebih menarik dan memiliki daya jual yang tinggi. Dengan pengemasan yang tepat, potensi pariwisata diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
“Ini penting bagi kami, karena apa yang telah dibangun oleh investor, pengusaha, dan penyedia layanan pariwisata harus bisa dikemas dan dijajakan dalam paket-paket yang menarik oleh para pelaku industri,” ujar Farhan pada Selasa (10/2/2026).
Dampak pada Sektor Perhotelan dan Kuliner
Farhan menjelaskan bahwa tingginya arus wisatawan berdampak langsung pada sektor perhotelan dan kuliner yang menjadi pilar utama pariwisata kota. Tingkat hunian hotel dan aktivitas usaha kuliner mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya kunjungan wisatawan.
Peluang bagi UMKM dan Sektor Kreatif
Lebih lanjut, Farhan menunjukkan bahwa efek positif dari pariwisata juga dirasakan oleh subsektor lainnya. Sektor transportasi, ekonomi kreatif, serta UMKM lokal ikut menikmati dampak baik dari meningkatnya mobilitas wisatawan di Kota Bandung.
Menurutnya, sektor UMKM memainkan peran krusial dalam memperkuat ekosistem pariwisata. Produk lokal, baik kuliner maupun kerajinan, menjadi bagian dari pengalaman wisata yang dicari oleh para pengunjung.
Kolaborasi untuk Pengelolaan Pariwisata yang Berkelanjutan
Farhan menekankan bahwa Pemkot Bandung terus mendorong kerjasama antara pemerintah, pelaku industri, dan komunitas pariwisata. Kolaborasi ini penting agar pengelolaan pariwisata tidak hanya berfokus pada jumlah kunjungan, tetapi juga pada kualitas dan keberlanjutan.
Ia juga menegaskan bahwa pariwisata merupakan bagian integral dari strategi pembangunan ekonomi Kota Bandung. Pendekatan ini dirangkum dalam konsep tourism, trade, and investment yang saling terhubung. Kehadiran wisatawan diyakini dapat mendorong peningkatan transaksi ekonomi di berbagai sektor.
“Aktivitas transaksi menjadi indikator penting bagi pertumbuhan ekonomi kota secara keseluruhan, meningkatnya transaksi ekonomi, kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Kota Bandung semakin kuat,” ucapnya.
Minat Investasi sebagai Kunci Pertumbuhan
Minat investasi dianggap sebagai faktor kunci dalam memperluas lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Farhan menekankan bahwa sektor pariwisata memiliki posisi strategis dalam menarik investasi baru. Stabilitas kunjungan wisatawan menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha untuk menanamkan modal di Kota Bandung.
“Pariwisata menghadirkan banyak transaksi. Dari transaksi inilah kami berharap semakin banyak investor datang dan berinvestasi di Kota Bandung,” kata Farhan.
Sumber: radarbandung.id (14/02/2026)


0Komentar
Jangan lupa kasih komentar yaaa :D