Gfr6TUC7BUM9TSd5TfW0BSro
Light Dark
MBG di Bulan Puasa Membawa Petaka, 43 Siswa TK Hingga SMP di Cimahi Dilarikan ke RSUD Cibabat

MBG di Bulan Puasa Membawa Petaka, 43 Siswa TK Hingga SMP di Cimahi Dilarikan ke RSUD Cibabat

Daftar Isi
×


Puluhan siswa dari jenjang TK hingga SMP di Cimahi mengalami mual-mual yang diduga akibat keracunan menu MBG. 

Sebanyak 43 orang telah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Cibabat. 

Menurut kesaksian seorang guru, dirinya merasakan gejala mual hebat setelah mengonsumsi setengah onigiri dari menu tersebut, yang semakin menambah keprihatinan terkait keamanan menu MBG yang disajikan di sekolah.

Publik Desak Evaluasi dan Pertanyakan Proses Hukum

Insiden ini menuai berbagai reaksi dari masyarakat, terutama di media sosial. Banyak netizen yang menunjukkan kekecewaan dan kekhawatiran atas kejadian yang berulang. 

Akun @ukonsukanda menulis, "Udah banyak yang keracunan tapi ga ada evaluasi atau pemeriksaan kenapa?" menyoroti kurangnya tindakan evaluasi dari pihak berwenang.

Selain itu, akun @iiznizar menyampaikan, "Percuma di beritain Cuma 0.00000000006 %," yang menunjukkan skeptisisme terhadap dampak pemberitaan ini. Sementara itu, akun @sarahyuni.a97 mengungkapkan empati dengan, "Aduhhh ada lagi yaaa😢," mencerminkan keprihatinan publik yang terus meningkat.

Dalam pandangan yang lebih kritis, akun @thesock__13 mempertanyakan, "KENAPA GAK PERNAH DENGER BAHWA YG BUAT KERACUNAN TIDAK DI PROSES PIDANA. GILA NIHH PROGRAM. AMAN DAN TENTRAM," yang menunjukkan frustrasi terhadap kurangnya penegakan hukum bagi pelanggar. 

Minta DPR Tak Tinggal Diam

Akun @iwangunandar juga mengekspresikan ketidakpuasan dengan mengatakan, "Gilak ini sih, nyata di depan mata dan sekian kali terulang, DPR diam saja .. waraskah kalian??".

Kejadian ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai keamanan pangan di lingkungan sekolah dan tindakan yang diambil oleh pemerintah dalam menangani masalah ini. 

Keseriusan Pemerintah Jadi Pertanyaan

Dalam konteks yang lebih luas, isu ini mengungkapkan ketidakpuasan masyarakat terhadap respon pemerintah yang dinilai lamban dan tidak memadai.

Seperti yang dinyatakan oleh akun @khosidin_pejuang_rp, "Kapan di hukumnya?" menandakan harapan masyarakat agar ada pertanggungjawaban yang jelas dari pihak terkait.

Kesimpulannya, insiden keracunan makanan ini bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga mencerminkan kekhawatiran yang lebih dalam tentang kebijakan pengawasan makanan di sekolah dan tanggung jawab pemerintah dalam melindungi anak-anak dari risiko kesehatan.

0Komentar