
Karya tersebut merupakan hasil tangan seorang perajin berusia 70 tahun, Suwari, yang sebelumnya tidak pernah menduga karyanya akan viral dan mengundang perhatian sebesar itu.
Dalam merefleksikan momen ini, Suwari mengungkapkan rasa syukurnya dan keheranannya atas respon masyarakat terhadap hasil kerjanya.
Momen Tak Terduga di Lokasi Patung
Kehebohan di sekitar tempat Suwari berkreasi dimulai ketika banyak orang berkumpul, yang awalnya disangka Suwari sebagai indikasi kecelakaan.Namun, realitasnya jauh berbeda, yaitu pengunjung datang untuk menyaksikan patung macan putih yang ia buat.
Karya yang terinspirasi dari sosok hewan megah itu ternyata berhasil menarik perhatian banyak orang, membuktikan bahwa seni memiliki daya tarik yang kuat di tengah masyarakat.
Karya yang Mengandung Makna Mendalam
Sejak memulai perjalanan seninya pada tahun 1980-an, Suwari menjadikan patung sebagai bagian dari identitasnya. Patung macan putih ini bukan hanya sekedar objek seni, tetapi juga merupakan representasi kecintaannya pada budaya dan flora-fauna lokal.Melalui karya ini, Suwari berupaya menyampaikan pesan tentang keindahan dan kekuatan alam, yang selalu menjadi inspirasi bagi karyanya selama ini.
Kondisi Fisik yang Mempengaruhi Kualitas
Suwari mengakui bahwa kondisi fisiknya kini mulai menurun, dan hal ini sedikit banyak memengaruhi cara kerjanya. Meskipun demikian, semangat untuk berkarya tetap membara.Ia berharap bisa terus menciptakan karya-karya yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga menyentuh hati orang yang melihatnya.
Pengalaman dan dedikasinya dalam seni patung menggarisbawahi pentingnya peran seniman dalam pelestarian budaya.
Dampak Sosial Karya Seni
Viralnya patung macan putih membawa dampak positif tidak hanya bagi Suwari, tetapi juga bagi komunitas di sekitarnya. Meningkatnya kunjungan ke desa tersebut memberi peluang ekonomi bagi warga setempat, yang selama ini tergolong stagnan.Kegiatan semacam ini menunjukkan bahwa seni dapat menjadi alat untuk menggerakkan perekonomian lokal, menciptakan jembatan antara tradisi dan modernitas.
Sumber: www.radarbandung.id (03/01/2026)
Sumber: www.radarbandung.id (03/01/2026)


0Komentar
Jangan lupa kasih komentar yaaa :D