
Simulasi Konferensi Asia Afrika di Bandung
Bandung – Semangat Bandung Spirit kembali diperkuat di Kota Bandung melalui Simulasi Konferensi Asia Afrika (KAA) 2026. Sebanyak 98 delegasi siswa dari 15 sekolah di sekitar Bandung berkumpul di Aula KH Dr Jalaluddin Rakhmat untuk mengikuti acara ini.
Tema dan Tujuan Kegiatan
Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Solidaritas dan Perdamaian Dunia Melalui Diplomasi Pelajar” ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar mengenai diplomasi kepada generasi muda dalam menghadapi tantangan global yang ada.
Peserta dan Sekolah yang Terlibat
Simulasi KAA ini diprakarsai oleh SMA Plus Muthahhari dan dihadiri oleh lebih dari 200 peserta, termasuk delegasi, guru pendamping, dan tamu undangan. Sekolah-sekolah yang berpartisipasi antara lain SMA Plus Muthahhari, SMP Plus Muthahhari, SMP Bahtera, SD Cerdas Muthahhari, SMP Al Mukaromah, SMP Plus Al Ghifari, MTsN 2, SMP Pasundan 8, SMP Bina Dharma, SMP Muhammadiyah 5, SMPN 27, SMPN 45, SMPN 14, SMP Vijaya Kusuma, dan SMAN 16.
Diskusi dan Pidato Kenegaraan
Salah satu sesi penting dalam acara ini adalah General Statements, di mana para delegasi menyampaikan pidato kenegaraan dalam berbagai bahasa asing seperti Bahasa Inggris, Arab, Jepang, dan Farsi. Dalam sesi itu, isu-isu global, terutama mengenai perjuangan kemerdekaan Palestina, menjadi sorotan utama.
Para diplomat muda menyampaikan pesan solidaritas untuk Palestina sebagai satu-satunya bangsa peserta KAA yang masih berjuang untuk mendapatkan kemerdekaan. Mereka juga menyerukan penghentian konflik dan pentingnya perdamaian global dari panggung pelajar.
“Kami mewakili bangsa-bangsa yang telah merdeka, namun perjuangan Palestina belum selesai. Diplomasi pelajar ini menjadi bentuk dukungan moral kami bagi perdamaian dunia,” ujar salah satu delegasi dalam pidatonya.
Pembagian Komisi dan Isu yang Dibahas
Dalam simulasi sidang, peserta dibagi menjadi tiga komisi. Komisi A membahas solidaritas global dan kerja sama digital, termasuk dukungan untuk kemerdekaan Palestina serta penguatan ekonomi baru. Komisi B fokus pada isu kesehatan mental remaja di era digital dan spiritualitas, sedangkan Komisi C membahas kondisi Indonesia saat ini, seperti integritas antikorupsi dan solusi atas krisis nasional.
Pernyataan dari Kepala Sekolah
Kepala SMA Plus Muthahhari, Ir Dra Dewi Listia MSi, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran di kalangan peserta didik tentang peran mereka dalam menciptakan perdamaian dunia.
“Melalui kegiatan ini, murid belajar bahwa mereka memiliki suara dan potensi untuk berkontribusi positif, sejalan dengan semangat Dasasila Bandung,” ujarnya.
Penutupan Kegiatan
Rangkaian kegiatan ditutup dengan Sidang Pleno II yang merumuskan Final Resolution yang memuat komitmen untuk perdamaian dunia serta pembacaan kembali Dasasila Bandung. Acara tersebut ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada para delegasi sebagai tanda apresiasi atas partisipasi mereka.
Sumber: radarbandung.id (21/01/2026)


0Komentar
Jangan lupa kasih komentar yaaa :D