
Dalam upaya memperluas akses terhadap nutrisi yang layak, Pemerintah Kabupaten Sumedang telah memprogramkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan target ambisius untuk menjangkau semua sasaran pada Februari 2026. Program ini bertujuan untuk memberikan manfaat langsung kepada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.
Progres dan Target Program MBG
Sejak awal tahun 2026, realisasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Sumedang menunjukkan hasil yang signifikan, meskipun masih jauh dari target akhir. Mengutip pemberitaan dari radarbandung.id (11/01/2026), tercatat bahwa program ini baru mencakup sekitar 61 persen dari total target penerima manfaat yang diharapkan.
Berdasarkan data resmi, sejauh ini program ini telah menjangkau sekitar 220.000 orang dari total 365.000 sasaran, termasuk peserta didik, balita, ibu hamil, dan kelompok masyarakat rentan lainnya.
Kepemimpinan dan Komitmen Bupati
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menegaskan komitmen untuk menyelesaikan sisa target dalam waktu dekat. Dalam keterangannya, Dony menyatakan, “Kami menargetkan seluruh penerima manfaat sudah bisa menikmati Program Makan Bergizi Gratis pada Februari 2026 mendatang. Ini menjadi prioritas utama Pemkab Sumedang.”
Untuk mencapai target tersebut, Pemkab sedang merencanakan penambahan jumlah dapur MBG yang saat ini baru beroperasi sebanyak 114 unit. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan pemerataan distribusi makanan bergizi, terutama di daerah-daerah yang masih memiliki jangkauan pelayanan terbatas.
Pentingnya Kualitas dan Keterlibatan Masyarakat
Pemerintah juga menyadari bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada kuantitas penyediaan makanan, tetapi juga pada kualitas yang disajikan.
Seluruh pengelola dapur MBG didorong untuk segera mendapatkan Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS) sebagai indikator keamanan dan mutu makanan yang disajikan.
Bupati Dony mengingatkan, “Kami memprioritaskan percepatan kepemilikan SLHS agar makanan yang disajikan benar-benar aman, sehat, higienis, dan sesuai standar gizi.”
Lebih jauh, Pemkab Sumedang berupaya melibatkan masyarakat lokal dalam memberikan bahan baku untuk program MBG, yang diharapkan dapat mendukung ekonomi lokal. Dony juga menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat setempat dengan menyatakan, “Harapannya, kolaborasi ini sesuai kebutuhan dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.”
Pertanyaan Kritis atas Implementasi
Meskipun program Makan Bergizi Gratis menawarkan harapan baru bagi masyarakat Sumedang, masih ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi.
Salah satunya adalah apakah Pemkab dapat memenuhi target yang telah ditetapkan dalam waktu yang tersisa. Publik berhak mempertanyakan, seberapa efektif rencana penambahan dapur dan pengawasan kualitas pangan dapat diimplementasikan di lapangan.
Keterlibatan masyarakat dalam penyediaan bahan baku juga menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana Pemkab memastikan bahwa semua pihak terlibat secara adil dan berkelanjutan.
Ini adalah saat yang tepat bagi masyarakat untuk mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam proses ini, serta untuk memastikan bahwa program ini benar-benar memenuhi kebutuhan gizi yang mendasar bagi setiap individu.
Sumber: radarbandung.id (11/01/2026)


0Komentar
Jangan lupa kasih komentar yaaa :D