
Budaya lokal yang kian terpinggirkan mencoba kembali bersinar di suatu kawasan bersejarah di Sumedang. Upaya pengaktifan ekosistem budaya tidak hanya berfungsi untuk memperkuat identitas masyarakat setempat, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi melalui seni dan budaya.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, sebuah inisiatif menarik digagas untuk menghidupkan kembali tradisi di tempat yang dikenal dengan sebutan Buricak Burinong.
Memulihkan Warisan Budaya
Pemerintah Kabupaten Sumedang, melalui sosok Bupati Dony Ahmad Munir, mengumumkan rencana revitalisasi kawasan budaya di Darmaraja.
Mengutip pemberitaan dari radarbandung.id (12/01/2026), Dony mengajak sejumlah pejabat dan seniman lokal untuk berkolaborasi dalam mewujudkan program ini. "Alhamdulillah, kegiatan ini bukan sekadar acara, tetapi menjadi ajang silaturahmi. Mudah-mudahan silaturahmi ini bernilai ibadah," ujarnya saat meresmikan kegiatan tersebut.
Pentingnya keberadaan budaya bagi masyarakat Darmaraja ditekankan Dony, yang juga menyoroti sejarah kawasan ini sebagai salah satu cikal bakal berdirinya Kabupaten Sumedang. "Darmaraja dianugerahi alam yang luar biasa. Ada kuliner, amphitheater, dan panorama yang indah," tambahnya.
Ruang Ekspresi yang Bernilai Ekonomi
Program yang dirancang berlangsung setiap hari Sabtu ini tidak hanya sekedar pertunjukan seni. Menurut Bupati Dony, aktivitas ini bertujuan untuk menjadi ruang ekspresi bagi seniman dan masyarakat setempat, sekaligus mendorong perekonomian di sekitar kawasan. "Setiap hari Sabtu akan ada pertunjukan seni," katanya, menggambarkan harapannya akan antusiasme warga.
Pemerintah setempat juga berkomitmen untuk memperbaiki fasilitas publik di kawasan tersebut. Pembenahan amenitas wisata seperti area kuliner, masjid, dan galeri seni diharapkan dapat menarik minat pengunjung, yang pada gilirannya akan merangsang pertumbuhan ekonomi lokal.
Menggugah Kembali Kesadaran Kolektif
Dengan berbagai kesenian tradisional yang dijadwalkan tampil secara bergiliran, seperti tari, musik, dan pertunjukan lainnya, inisiatif ini menunjukkan harapan baru untuk menghidupkan kembali semangat kolektif masyarakat. Namun, tantangan tetap ada. Sejauh mana keberlanjutan program ini dapat dijaga tanpa terganggu oleh dinamika sosial dan ekonomi yang ada?
Apakah upaya ini cukup untuk menjawab kerinduan akan warisan budaya yang selama ini terlupakan? Dan bagaimana publik dapat berperan aktif dalam menjaga keberlangsungan tradisi ini? Ini adalah pertanyaan yang perlu dijawab bersama demi masa depan budaya lokal yang lebih baik.
Sumber: radarbandung.id (12/01/2026)


0Komentar
Jangan lupa kasih komentar yaaa :D