
Kota Bandung, dengan keindahan alam dan warisan budayanya, telah menjadi magnet bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Lonjakan kunjungan ini, meski memberikan manfaat ekonomi, juga menimbulkan tantangan baru terkait infrastruktur dan kebersihan. Pemerintah kota kini dituntut untuk mengelola dampak tersebut demi menjaga kenyamanan bagi seluruh pengunjung dan penduduk setempat.
Pemkot Bandung Lakukan Perbaikan Infrastruktur Wisata
Dalam upaya menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah memulai program beautifikasi dan perbaikan pada 17 ruas jalan utama yang telah menjadi destinasi wisata unggulan. Menurut pemberitaan dari radarbandung.id (17/01/2026), langkah ini diambil setelah meningkatnya aktivitas wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru yang berdampak pada kebersihan dan kenyamanan ruang publik.
Perhatian Khusus pada Ruas Jalan Ikonik
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa prioritas perbaikan diberikan pada ruas jalan yang terkenal, seperti Jalan Ir. H. Djuanda dan Jalan Asia Afrika. "Kawasan-kawasan tersebut tidak lagi sekadar jalur lalu lintas, melainkan telah menjadi tujuan wisata kota," ujar Farhan saat ditemui media.
"Setelah ditelusuri, ternyata di beberapa pojokan jalan ditemukan kotoran manusia," kata Farhan. Temuan ini mengindikasikan perlunya tindakan cepat untuk menjaga citra kota dan kenyamanan publik. Lokasi-lokasi strategis yang terdampak, seperti pojokan Jalan Wastukencana dan kawasan Braga, menjadi perhatian utama dalam penanganan ini.
Dampak Positif dan Tindakan Lanjutan Pemkot
Farhan menggarisbawahi bahwa meski ada masalah kebersihan, lonjakan pengunjung juga membawa dampak positif. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung melampaui target yang ditentukan. "PAD kita di atas target. Ini menjadi modal untuk mengikuti penambahan kuota infrastruktur, sebagaimana disampaikan Gubernur," ungkapnya.
Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan pariwisata dapat menjadi pendorong bagi pembangunan infrastruktur yang lebih baik di masa depan.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Bandung berencana melakukan operasi penertiban terhadap tunawisma dan membersihkan area-area yang terpengaruh, khususnya setelah masa libur panjang yang padat kegiatan.
Refleksi yang Harus Dikritisi Publik
Seiring dengan upaya Pemkot Bandung untuk mengelola dampak lonjakan wisatawan, beberapa pertanyaan kritis muncul. Apakah penanganan masalah kebersihan dan infrastruktur ini cukup cepat untuk mengatasi dampak negatif yang sudah terjadi?
Bagaimana dengan kesejahteraan masyarakat setempat yang tinggal di kawasan yang terkena dampak pariwisata? Apakah solusi yang diusulkan akan berkelanjutan dalam jangka panjang, atau hanya bertindak sebagai solusi sementara?
Diskusi terbuka yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk warga, akan sangat penting untuk menciptakan strategi yang lebih efektif dan berkelanjutan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi kota ini.
Sumber: radarbandung.id (17/01/2026)


0Komentar
Jangan lupa kasih komentar yaaa :D