
Di tengah upaya pemulihan ekonomi pascapandemi, Kota Bandung menunjukkan tanda-tanda positif dengan pencapaian luar biasa pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025. Angka yang melampaui Rp3 triliun ini bukan hanya sekadar angka, melainkan cerminan dari bangkitnya kembali sektor-sektor vital seperti jasa, pariwisata, dan properti yang telah lama terpuruk.
Pencapaian PAD yang Menggembirakan
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandung, Gun Gun Sumaryana, mengungkapkan bahwa realisasi PAD mencapai Rp3,05 triliun pada akhir tahun 2025. Melansir dari artikel berita radarbandung.id (09/01/2026), capaian ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, berkat kontribusi dari pajak-pajak strategis.
Gun Gun menjelaskan, pajak dari sektor properti dan kendaraan menjadi pendorong utama, di samping sektor jasa yang juga mengalami lonjakan. "Pajak restoran dan hotel tercatat memberi sumbangan besar, sejalan dengan meningkatnya kunjungan wisatawan dan tingginya mobilitas masyarakat ke Kota Bandung sepanjang tahun lalu," ujarnya.
Event Besar Memacu Pertumbuhan Ekonomi
Kinerja PAD yang membaik tak lepas dari berbagai agenda berskala besar yang digelar oleh Pemerintah Kota Bandung. Event-event nasional dan internasional, seperti Pocari Sweat Run dan Asia Africa Festival, telah memberikan dampak langsung terhadap perputaran ekonomi, terutama di sektor pariwisata dan hiburan.
Gun Gun menambahkan, pada periode libur Natal dan Tahun Baru, tingkat hunian hotel di pusat Kota Bandung bahkan mencapai 100 persen. "Pemkot Bandung memang berfokus pada penyelenggaraan event-event besar yang mampu menarik wisatawan. Pak Wali Kota juga memberi perhatian khusus pada sektor ini karena dampaknya sangat terasa terhadap pendapatan daerah," ujarnya.
Mendorong Destinasi Wisata Favorit
Tren positif ini juga diperkuat oleh citra Bandung sebagai destinasi wisata yang diminati. "Kondisi tersebut turut diperkuat oleh tren media sosial yang menyebut Bandung sebagai destinasi favorit liburan nasional," kata Gun Gun, mencatat bahwa hal ini berkontribusi pada peningkatan signifikan dalam penerimaan pajak hotel, restoran, dan parkir.
Secara rinci, pajak restoran pada 2025 tercatat mencapai Rp434 miliar, menunjukkan potensi yang terus berkembang dalam sektor kuliner dan akomodasi di kota ini.
Potensi Tantangan ke Depan
Meski capaian ini menggembirakan, tantangan nyata masih membayangi. Bagaimana mempertahankan momentum pertumbuhan ini di tengah ketidakpastian ekonomi global? Banyak pembaca mungkin bertanya-tanya apakah sektor pariwisata akan mampu bertahan jika terjadi lagi penurunan kunjungan wisatawan.
Selain itu, apakah pemerintah lokal siap menghadapi dampak lingkungan dan sosial yang diakibatkan oleh lonjakan aktivitas ekonomi? Pertanyaan-pertanyaan ini mengajak kita untuk merenungkan, apakah strategi yang ada cukup solid untuk menjamin keberlanjutan pertumbuhan, atau justru ada risiko yang harus diwaspadai?
Sumber: radarbandung.id (09/01/2026)


0Komentar
Jangan lupa kasih komentar yaaa :D