Gfr6TUC7BUM9TSd5TfW0BSro
Light Dark
Perketat Lalu Lintas di 34 Titik Rawan, Simpang Pasteur Bandung Dipadati 63 Ribu Kendaraan

Perketat Lalu Lintas di 34 Titik Rawan, Simpang Pasteur Bandung Dipadati 63 Ribu Kendaraan

Daftar Isi
×

Lonjakan Arus Kendaraan di Bandung

Kota Bandung mengalami lonjakan signifikan dalam arus kendaraan saat Lebaran 2026, dengan data dari Dinas Perhubungan (Dishub) mencatat Simpang Pasteur sebagai titik paling padat. Dalam satu periode penghitungan, tercatat 63.152 kendaraan melintas dari arah timur, menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama musim mudik dan arus balik.

Penguatan Pengawasan dan Rekayasa Lalu Lintas

Kepala Dishub Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menjelaskan bahwa lonjakan arus kendaraan ini merupakan bagian dari pola tahunan, namun intensitasnya tahun ini lebih tinggi dibandingkan hari biasa. Hal ini mendorong perlunya penguatan pengawasan serta rekayasa lalu lintas di beberapa simpul strategis.

Rasdian menambahkan bahwa selain di Simpang Pasteur, kepadatan juga terpantau di Simpang M Toha, dengan total kendaraan dari tiga arah mencapai puluhan ribu: 42.707 dari barat, 41.695 dari selatan, dan 48.475 dari utara. Angka-angka ini menunjukkan tekanan lalu lintas yang merata di jalur-jalur utama dalam kota.

Antisipasi Kemacetan dan Pelayanan Publik

Di Simpang Pasir Kaliki, arus kendaraan tercatat mencapai 29.551 dari selatan, 23.100 dari utara, dan 13.074 dari barat. Sementara itu, simpang Batununggal dan Gedebage menunjukkan volume yang lebih rendah, tetapi tetap menjadi perhatian karena potensi penumpukan lokal.

“Antisipasi kemacetan, Dishub optimalkan sistem pengaturan lalu lintas terpusat melalui Area Traffic Control System (ATCS) yang dikendalikan dari ruang kontrol Balai Kota Bandung. Sistem yang difokuskan pada jam-jam padat pagi, sore, dan malam selama periode libur Lebaran,” ujar Rasdian pada Minggu, 29 Maret 2026.

Rasdian menekankan bahwa penggunaan ATCS diprioritaskan untuk mendukung perjalanan kendaraan darurat, ambulans, kepolisian, dan kendaraan pejabat pemerintah. Dishub juga telah membuka layanan informasi dan pengaduan masyarakat melalui media sosial seperti Instagram, Twitter, dan WhatsApp untuk merespons laporan kemacetan atau kendala di lapangan dengan cepat.

Peningkatan Infrastruktur dan Pengawasan

Teknis lain yang diimplementasikan adalah perbaikan traffic light di kawasan Ujungberung serta pengecekan jaringan lalu lintas di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, yang bertujuan untuk mempertahankan stabilitas sistem pengendalian arus kendaraan, ungkap Rasdian.

Lebih lanjut, dalam aspek pengawasan, Dishub juga menggelar pengamanan di objek vital dan tempat wisata di seluruh Kota Bandung selama libur Lebaran, sebagai langkah antisipasi atas lonjakan pengunjung yang dapat berdampak pada kepadatan lalu lintas. “Sebanyak 34 titik di pusat perbelanjaan dan kawasan rawan macet menjadi fokus pengaturan unit pengatur lalu lintas (Gatur) dan tim edukasi, disiagakan untuk mengurai kepadatan dan memberikan arahan langsung kepada pengendara,” ungkapnya.

Pengamanan juga dilakukan di 10 titik Pos PAM Angkutan Lebaran yang tersebar di berbagai wilayah, di mana ASN Dishub bersama tim derek melakukan monitoring dan pengendalian arus kendaraan dengan intensif.

Pemberantasan Parkir Liar

Rasdian menambahkan bahwa penertiban parkir liar menjadi perhatian serius, khususnya di kawasan rumah sakit, Jalan Dr. Djundjunan, dan sekitar Alun-Alun Kota Bandung. “Pemasangan water barrier di sekitar Plaza Parahyangan guna mencegah kendaraan berhenti sembarangan, mampu menjaga kelancaran arus lalu lintas di tengah tingginya mobilitas Lebaran 2026,” tutup Rasdian.




Sumber: radarbandung.id (30/03/2026)

0Komentar