Gfr6TUC7BUM9TSd5TfW0BSro
Light Dark
Terminal Cicaheum Bandung Dipadati 1.477 Penumpang, Arus Balik Lebaran 2026 Melonjak Tajam!

Terminal Cicaheum Bandung Dipadati 1.477 Penumpang, Arus Balik Lebaran 2026 Melonjak Tajam!

Daftar Isi
×

Bandung Menjadi Tujuan Utama Pemudik 2026

Pada musim Angkutan Lebaran 2026, Kota Bandung muncul sebagai destinasi utama bagi para pemudik dari berbagai daerah. Pemantauan di Terminal Cicaheum pada Jumat, 27 Maret 2026, menunjukkan bahwa ribuan penumpang memadati terminal ini, menciptakan lonjakan signifikan dalam arus kedatangan dibandingkan dengan keberangkatan.

Peningkatan Arus Masuk di Terminal Cicaheum

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Rasdian Setiadi, mengonfirmasi bahwa pelayanan transportasi di terminal berlangsung optimal meskipun terjadi peningkatan arus penumpang. 

Kehadiran otoritas transportasi di Terminal Cicaheum menunjukkan perhatian Pemerintah Kota Bandung terhadap gelombang kedatangan yang diprediksi akan terus meningkat menjelang arus balik.

Menurut data terbaru, Terminal Cicaheum telah menerima 1.477 penumpang dari bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Angka kedatangan yang tinggi ini mencerminkan minat besar masyarakat dari luar Jawa Barat untuk datang ke kota ini.

Arus Penumpang dari Dalam dan Luar Provinsi

Rasdian menambahkan bahwa selain penumpang dari luar provinsi, arus masuk dari dalam Jawa Barat juga menunjukkan grafik yang signifikan. 

Sebanyak 881 penumpang menggunakan bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) telah tiba di terminal hingga sore hari. “Kondisi ini memperkuat indikasi Bandung masih menjadi pusat tujuan bagi warga di wilayah penyangga maupun kota-kota tetangga selama periode mudik 2026,” ungkapnya.

Manajemen Lalu Lintas yang Diperlukan

Rasdian menjelaskan bahwa tingginya volume penumpang yang masuk beriringan dengan frekuensi kedatangan armada bus ke Terminal Cicaheum. 

Tercatat sebanyak 81 unit bus AKAP telah memasuki terminal untuk menurunkan penumpang dari berbagai trayek jarak jauh. Ia menyatakan, “Frekuensi kedatangan armada yang cukup rapat ini memerlukan manajemen pengaturan lalu lintas terminal yang sigap agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di pintu masuk.”

Kontribusi armada bus AKDP juga signifikan, dengan 49 unit bus yang tiba di terminal. Total kedatangan mencapai 130 unit bus dari berbagai layanan, menjadikan Terminal Cicaheum sebagai titik tersibuk dalam menyambut kedatangan warga di Kota Kembang.

Perbandingan Arus Masuk dan Keluar

Rasdian mencatat bahwa jumlah penumpang yang meninggalkan Bandung melalui Terminal Cicaheum hanya mencapai 742 orang untuk kategori AKAP pada periode yang sama. Perbandingan ini menunjukkan bahwa arus masuk jauh lebih besar dibandingkan arus keluar. 

Jumlah penumpang AKDP yang berangkat dari terminal tercatat hanya 380 orang, menunjukkan bahwa dinamika transportasi di terminal lebih didominasi oleh kedatangan.

Dari sisi operasional bus, terdapat 75 unit bus AKAP yang diberangkatkan dari Terminal Cicaheum menuju berbagai destinasi luar provinsi. 

Meskipun jumlah bus yang berangkat mendekati jumlah bus yang tiba, tingkat keterisian penumpang pada bus keberangkatan jauh lebih rendah dibandingkan yang membawa penumpang masuk. “Meskipun jumlah unit bus yang keluar hampir mendekati jumlah bus yang masuk, namun okupansi atau keterisian penumpang di setiap bus keberangkatan jauh lebih rendah dibandingkan dengan bus yang membawa penumpang masuk,” jelasnya.

Pantauan Dishub dan Upaya Berkelanjutan

Untuk layanan bus AKDP ke arah luar kota, tercatat hanya 43 unit yang diberangkatkan, yang semakin menegaskan bahwa saat ini terminal sedang mengalami puncak kedatangan penumpang, sementara arus keberangkatan tetap dalam level yang terkendali.

Rasdian menekankan bahwa Dishub terus melakukan sinkronisasi untuk mengelola arus lalu lintas di terminal dengan lebih baik.



Sumber: radarbandung.id (28/03/2026)

0Komentar