Gfr6TUC7BUM9TSd5TfW0BSro
Light Dark
DPRD Desak Evaluasi Menyeluruh Akibat Dua Harimau Benggala Mati di Bandung Zoo

DPRD Desak Evaluasi Menyeluruh Akibat Dua Harimau Benggala Mati di Bandung Zoo

Daftar Isi
×

Kematian Dua Harimau Benggala di Kebun Binatang Bandung Memicu Sorotan Publik

Bandung – Kebun Binatang Bandung saat ini menjadi perhatian masyarakat setelah kabar mengenai kematian dua ekor Harimau Benggala yang terinfeksi virus Panleukopenia. Kejadian ini menunjukkan perlunya evaluasi lebih mendalam terhadap pengelolaan kebun binatang tersebut.

Pernyataan Pimpinan DPRD Kota Bandung

Pimpinan DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya, menyatakan rasa penyesalan atas kematian dua satwa yang dilindungi ini. Ia menekankan bahwa walaupun virus menjadi penyebab kematian, pengelola kebun binatang seharusnya lebih memperhatikan kesehatan dan kondisi hewan-hewan yang ada di sana, terutama setelah adanya masalah persengketaan yang berkepanjangan.

Pentingnya Evaluasi Menyeluruh

Edwin mengungkapkan, "Sangat memprihatinkan dan harus menjadi pelajaran penting. Kematian binatang yang terancam punah dan dilindungi seperti Harimau itu tidak bisa dianggap biasa. Meskipun dikatakan virus menjadi penyebab kematian dua anak harimau Benggala itu, harus ada evaluasi menyeluruh terkait insiden ini." Pernyataan ini menunjukkan bahwa insiden ini bukanlah hal sepele dan perlu perhatian serius dari berbagai pihak.

Desakan untuk Tindakan Nyata dari Pemkot Bandung

Politisi dari Partai Golkar ini mendesak agar Pemerintah Kota Bandung, Kementerian Kehutanan, dan pihak kebun binatang melakukan koordinasi untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Edwin menegaskan pentingnya memastikan bahwa semua hewan di kebun binatang mendapatkan perawatan yang baik, termasuk makanan yang memenuhi standar dan kebersihan kandang. "Jangan sampai kejadian ini terulang. Kita semua harus memastikan hewan-hewan di Kebun Binatang Bandung mendapatkan perawatan yang layak. Peristiwa ini harus jadi momentum bagi seluruh pihak untuk melakukan pembenahan," pungkasnya.

Proses Penanganan yang Tidak Berhasil

Sebelum kematian mereka, kedua anak harimau yang bernama Huru dan Hara meninggal pada tanggal 24 dan 26 Maret. Penanganan terhadap kedua satwa ini sempat dilakukan secara kolaboratif oleh tim lintas instansi, termasuk Rumah Sakit Hewan Cikole, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, BBKSDA, serta tim medis dari kebun binatang. Sayangnya, usaha tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawa kedua harimau tersebut.



Sumber: radarbandung.id (26/03/2026)

0Komentar