Ramadan selalu punya cerita unik di tiap daerah. Salah satunya datang dari Pondok Pesantren Al-Qur'aniyah yang berada di Desa Dukuh Jati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu.
Di tempat ini, suasana salat tarawih terasa berbeda dari kebanyakan masjid pada umumnya.
Jika di banyak tempat tarawih 23 rakaat bisa memakan waktu hampir satu jam, di pesantren tersebut seluruh rangkaian salat justru dapat dituntaskan dalam waktu sekitar enam menit.
Kecepatan pelaksanaan ibadah ini pun menjadi perhatian dan perbincangan warganet.
23 Rakaat Hanya dalam Sekitar Enam Menit
Pelaksanaan tarawih dengan tempo cepat itu bukan hal baru. Setiap malam Ramadan, para santri dan jamaah mengikuti 23 rakaat salat tarawih dengan ritme yang jauh lebih singkat dibandingkan praktik pada umumnya.
Meski demikian, pihak pesantren menegaskan bahwa seluruh rangkaian ibadah tetap dijalankan secara lengkap.
Setiap rukun dan gerakan salat disebut tetap terpenuhi sesuai ketentuan syariat, meskipun dilakukan dalam durasi yang relatif singkat.
Tradisi 17 Tahun yang Terus Dipertahankan
Tradisi tarawih dengan tempo cepat ini telah berlangsung selama kurang lebih 17 tahun. Kegiatan tersebut menjadi agenda khas yang selalu hadir setiap bulan suci Ramadan di lingkungan pesantren.
Bagi masyarakat sekitar, praktik tarawih ini telah menjadi bagian dari warna Ramadan di Indramayu.
Keunikan tersebut sekaligus memperkaya ragam tradisi ibadah yang berkembang di berbagai daerah di Indonesia.


0Komentar
Jangan lupa kasih komentar yaaa :D