Gfr6TUC7BUM9TSd5TfW0BSro
Light Dark
Jelang Ramadhan Pengunjung Hotel di Bandung Meningkat 70%, Pelaku Industri Perhotelan Mengaku Optimis

Jelang Ramadhan Pengunjung Hotel di Bandung Meningkat 70%, Pelaku Industri Perhotelan Mengaku Optimis

Daftar Isi
×

Tingkat Hunian Hotel di Bandung Capai 70 Persen Jelang Ramadan

Kota Bandung dan kawasan Bandung Raya mengalami lonjakan signifikan dalam tingkat hunian hotel menjelang bulan Ramadan 1447 Hijriah, dengan angka yang mencapai lebih dari 70 persen. Peningkatan ini terlihat merata di hotel-hotel bintang 3 hingga 5 yang tergabung dalam asosiasi Riung Priangan.

Peluang Pertumbuhan di Sektor Perhotelan

Ketua Riung Priangan, Arief Bonafianto, menyatakan bahwa pekan terakhir sebelum Ramadan menjadi waktu yang sangat positif bagi industri perhotelan. “Rata-rata okupansi sudah di atas 70 persen. Itu bukan jumlah kamar tertentu, tetapi rata-rata tingkat hunian seluruh hotel bintang 3, 4, dan 5,” ujar Arief saat dihubungi pada hari Minggu, 15 Februari 2026.

Dia juga menambahkan bahwa capaian tingkat kunjungan menunjukkan pergerakan wisatawan ke Kota Bandung tetap stabil, bahkan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. “Kalau membandingkan harus bulan yang sudah tutup. Januari 2026 dibanding Januari 2025 memang ada kenaikan,” kata Arief.

Dampak Tahun Politik terhadap Daya Beli

Arief menjelaskan bahwa untuk Februari 2026, data belum dapat disimpulkan karena masih berada di pertengahan bulan. Peningkatan okupansi hotel ini dinilai sebagai hasil dari membaiknya kondisi ekonomi masyarakat setelah tahun politik 2025, yang sempat memengaruhi pola belanja dan perilaku perjalanan masyarakat. “Setelah tahun politik lewat, daya beli mulai stabil kembali. Ekonomi juga mulai bergerak. Wisata perlahan pulih,” ucapnya.

Kota Bandung Sebagai Destinasi Utama

Kota Bandung tetap dianggap memiliki daya tarik yang kuat sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Barat. Ragam pilihan kuliner, pusat belanja, dan lokasi rekreasi keluarga menjadikan Kota Bandung pilihan utama bagi wisatawan domestik, terutama saat libur panjang. Meskipun ada penurunan okupansi di awal Ramadan akibat perubahan pola perjalanan masyarakat, Arief yakin kondisi ini hanya bersifat sementara, dengan peningkatan kembali menjelang Idulfitri.

“Biasanya awal Ramadan ada penyesuaian. Tapi menjelang Lebaran, apalagi dengan masa libur yang cukup panjang, okupansi pasti terdongkrak,” katanya. Arief merujuk pada rencana libur Lebaran 2026 yang diperkirakan berlangsung sekitar dua pekan, yang diyakini akan berdampak signifikan terhadap peningkatan tingkat hunian hotel.

Optimisme Pelaku Industri Perhotelan

Arief juga menyebutkan bahwa untuk hotel kategori melati, pengelolaannya berada di bawah asosiasi yang berbeda, yaitu Bumi Melati, sehingga data okupansi tidak berada dalam kendali Riung Priangan. Namun, pergerakan wisatawan ke Bandung dirasakan oleh berbagai kelas akomodasi. Dengan tren kenaikan yang terlihat sejak awal tahun dan momentum libur panjang yang akan datang, pelaku industri perhotelan di Bandung menyatakan optimisme yang tinggi.

“Harus optimistis. Melihat tren sekarang, peluang peningkatan masih terbuka,” ujar Arief Bonafianto. Dia menambahkan bahwa kondisi tingkat kunjungan ini menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Bandung yang terus berupaya untuk bangkit dan menjaga stabilitas pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi nasional.




Sumber: radarbandung.id (16/02/2026)

0Komentar