Gfr6TUC7BUM9TSd5TfW0BSro
Light Dark
Modus Penipuan Saat Booking Online Hotel Meningkat!, Pemkot Bandung Minta Warga Waspada

Modus Penipuan Saat Booking Online Hotel Meningkat!, Pemkot Bandung Minta Warga Waspada

Daftar Isi
×

Imbauan Waspada dari Pemkot Bandung

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memberikan peringatan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melakukan pemesanan hotel secara online. Peringatan ini muncul menyusul terungkapnya dugaan peretasan yang mengubah informasi kontak sejumlah hotel yang muncul di mesin pencarian Google. Diduga, peretasan ini mengalihkan tautan komunikasi resmi hotel ke nomor WhatsApp yang dimiliki oleh pelaku penipuan.

Modus Penipuan yang Terjadi

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menekankan bahwa masyarakat seharusnya tidak terburu-buru dalam melakukan transaksi tanpa memastikan keaslian kontak hotel. Ia meminta agar calon tamu memverifikasi ulang setiap nomor yang akan dihubungi sebelum melakukan pembayaran.

Farhan menjelaskan bahwa modus operandi yang teridentifikasi termasuk penggantian atau penambahan nomor WhatsApp pada profil hotel di Google. Hal ini menyebabkan calon tamu, yang mengira sedang berkomunikasi dengan hotel resmi, sebenarnya terhubung dengan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Korban dari penipuan ini diarahkan untuk memesan kamar dan mentransfer dana ke rekening tertentu. Sayangnya, setelah transfer dilakukan, pembayaran tidak tercatat dalam sistem hotel karena dana tersebut masuk ke rekening pelaku.

“Kami mengimbau masyarakat lebih waspada saat melakukan pemesanan hotel secara daring. Pastikan berkomunikasi melalui kontak resmi. Untuk sementara, masyarakat bisa menggunakan platform Online Travel Agent atau menghubungi langsung nomor telepon lokal hotel yang benar-benar terverifikasi,” ujar Farhan pada Sabtu (14/2/2026).

Langkah Pemkot Bandung dan Asosiasi Hotel

Farhan menyatakan bahwa Pemkot Bandung sedang melakukan penelusuran serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memulihkan informasi kontak hotel yang terdampak. Upaya ini bertujuan untuk mengembalikan data ke kondisi semula dan mencegah penyalahgunaan lebih lanjut.

Ia juga meminta agar semua pengelola hotel di Kota Bandung segera memeriksa informasi yang tampil di Google dan mesin pencarian lainnya. Jika ditemukan perubahan mencurigakan, pengelola diharapkan segera melakukan klarifikasi melalui kanal resmi masing-masing.

Penjelasan dari Ketua Riung Priangan

Ketua Riung Priangan, Arief Bonafianto, menjelaskan bahwa dugaan peretasan ini dilakukan dengan cara mengkloning atau menyalin situs hotel, lalu melakukan perubahan kecil pada alamat domain atau informasi kontak. “Perubahan kerap sulit dikenali karena tampilan situs palsu dibuat sangat mirip dengan situs resmi. Perbedaan bisa hanya satu huruf, tambahan titik, atau variasi ejaan yang sekilas tampak sama,” ungkapnya saat dihubungi pada Minggu (15/2/2026).

Ia menambahkan bahwa dalam beberapa kasus, nomor WhatsApp yang sebelumnya tidak ada di laman resmi hotel tiba-tiba muncul dan mengarahkan calon tamu untuk berkomunikasi secara langsung. Dari titik ini, proses penipuan pun berlangsung.

Rekomendasi untuk Pencegahan

Arief melaporkan bahwa setidaknya tiga hotel di Bandung telah mengajukan laporan mengenai tamu yang merasa dirugikan akibat modus ini, dan laporan tersebut telah disampaikan kepada aparat kepolisian serta dikoordinasikan dengan Pemkot Bandung untuk penanganan lebih lanjut.

Sebagai langkah mitigasi, asosiasi hotel merekomendasikan penggunaan platform Online Travel Agent (OTA) yang memiliki sistem pembayaran terintegrasi dalam aplikasi resmi. Platform seperti Traveloka, Agoda, dan Booking.com dianggap lebih aman karena transaksi berlangsung di dalam sistem yang terverifikasi.

Penegasan Wali Kota

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, juga mengingatkan masyarakat untuk tidak langsung mentransfer dana jika komunikasi terjadi melalui nomor yang mencurigakan. Verifikasi ulang melalui situs resmi hotel, media sosial terverifikasi, atau nomor telepon tetap menjadi langkah penting sebelum melakukan pembayaran.

“Imbauan ini disampaikan sebagai langkah perlindungan konsumen sekaligus menjaga kepercayaan wisatawan terhadap industri perhotelan di Kota Bandung,” kata Farhan. Ia memastikan bahwa Pemkot Bandung akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memperluas sosialisasi agar masyarakat tetap terlindungi.




Sumber: radarbandung.id (16/02/2026)

0Komentar