Gfr6TUC7BUM9TSd5TfW0BSro
Light Dark
Jelang Ramadan, Pemkot Bandung Luncurkan Gerakan Pangan Murahuntuk Stabilkan Harga

Jelang Ramadan, Pemkot Bandung Luncurkan Gerakan Pangan Murahuntuk Stabilkan Harga

Daftar Isi
×

Pemerintah Kota Bandung Luncurkan Gerakan Pangan Murah Jelang Ramadan

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) telah meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga ketersediaan bahan pokok yang terjangkau, terutama menjelang bulan Ramadan 2026. Langkah ini diambil untuk menanggulangi lonjakan harga sejumlah komoditas yang mengalami peningkatan signifikan di pasar.

Fokus pada Komoditas yang Mengalami Kenaikan Harga

Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, menekankan bahwa GPM berfokus pada komoditas yang harga jualnya meningkat, seperti telur ayam, ayam potong, dan cabai. Pemerintah tidak menjual semua jenis bahan pangan, melainkan hanya komoditas yang memerlukan intervensi untuk menjaga daya beli masyarakat.

“Hari ini misalnya harga telur di pasaran sudah menyentuh Rp30 ribu bahkan Rp31 ribu per kilogram. Di GPM, kita bisa jual Rp27 ribu per kilogram karena ada subsidi, khususnya di biaya distribusi,” ujar Gin Gin pada Jumat (13/2/2026).

Subsidi untuk Menekan Harga

Gin Gin menjelaskan bahwa subsidi diberikan terutama untuk biaya transportasi dari produsen dan distributor hingga lokasi pelaksanaan GPM. Dengan dukungan pemerintah dalam menekan biaya transportasi, harga akhir yang diterima konsumen menjadi lebih rendah dibandingkan harga pasar.

“Kalau kita ambil langsung dari sumbernya, harga bisa ditekan. Tapi tetap kita pastikan kualitasnya baik,” kata Gin Gin. Ia juga menambahkan bahwa DKPP melakukan pembelian langsung kepada distributor, produsen, dan petani, sehingga rantai pasok dapat dipangkas, yang dinilai efektif untuk menekan harga dan memastikan kualitas produk.

Pemeriksaan Keamanan Pangan

Sebelum pelaksanaan GPM, DKPP memastikan keamanan pangan dengan menggunakan kendaraan layanan khusus untuk uji keamanan bahan pangan. Ini memastikan bahwa semua produk yang dijual kepada masyarakat telah melalui proses pengecekan yang ketat.

Menurut Gin Gin, GPM kali ini dilaksanakan serentak di seluruh kabupaten/kota dan provinsi di Indonesia sebagai langkah antisipasi menghadapi Ramadan dan Idulfitri. Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dilakukan melalui pertemuan daring untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga.

“Ini juga bentuk publikasi pemerintah siap. Stok aman dan harga kita jaga supaya tetap terjangkau,” tegasnya.

Partisipasi UMKM dalam GPM

Gin Gin menambahkan bahwa di Kota Bandung, GPM tidak hanya menyediakan bahan pangan bersubsidi, tetapi juga melibatkan pelaku UMKM. Selain itu, DKPP memberikan layanan tambahan seperti edukasi pangan, layanan kesehatan hewan, serta distribusi bibit gratis kepada masyarakat.

Kenaikan Harga di Pasar

Pantauan di Pasar Kosambi, Jalan Achmad Yani, menunjukkan bahwa warga mulai merasakan kenaikan harga bahan pokok. Dalam dua pekan terakhir, beberapa komoditas mengalami lonjakan harga yang signifikan. Harga cabai rawit, misalnya, naik dari Rp40 ribu per kilogram menjadi Rp100 ribu per kilogram. Daging sapi meningkat dari Rp130 ribu menjadi Rp145 ribu per kilogram, sedangkan ayam potong melonjak dari Rp33 ribu menjadi Rp42 ribu per kilogram. Telur ayam juga mengalami kenaikan dari Rp27 ribu menjadi Rp31 ribu per kilogram.

Widya, seorang pedagang sayuran di Pasar Kosambi, mengungkapkan bahwa kenaikan harga sudah terasa sejak awal Februari. Ia mengaitkan hal ini dengan terbatasnya pasokan dari petani, yang diperburuk oleh faktor cuaca dan distribusi. “Cabai rawit paling terasa. Dari petani sudah mahal dan barangnya susah. Jadi di pasar ikut naik,” ujarnya pada Kamis (12/2/2026).

Kuantiti Belanja Menurun

Meskipun aktivitas jual beli masih berlangsung, Widya mencatat bahwa pola belanja warga mulai berubah. 

Konsumen kini lebih berhati-hati dan cenderung mengurangi jumlah pembelian, dengan banyak yang hanya membeli setengah kilo. “Pembeli tetap ada, tapi banyak yang beli setengah kilo dulu. Tidak sebanyak biasanya,” katanya.

Dampak dari kenaikan harga juga dirasakan oleh pelaku usaha kecil. Isan, pedagang ayam goreng yang rutin berbelanja di Pasar Kosambi, mengaku bahwa lonjakan harga ayam potong menjadi beban tambahan bagi biaya produksi. “Kalau ayam naik, otomatis modal ikut naik,” ujarnya.




Sumber: radarbandung.id (14/02/2026)

0Komentar