Gfr6TUC7BUM9TSd5TfW0BSro
Light Dark
Pemkot Bandung Gelontorkan Rp 3,5 Miliar untuk Renovasi Tahap Kedua Babakan Siliwangi

Pemkot Bandung Gelontorkan Rp 3,5 Miliar untuk Renovasi Tahap Kedua Babakan Siliwangi

Daftar Isi
×
Pemerintah Kota Bandung kembali mengambil langkah strategis untuk memajukan ruang hijau perkotaan dengan mengalokasikan dana sebesar Rp 3,5 miliar. Anggaran ini ditujukan untuk tahap kedua renovasi Hutan Kota Babakan Siliwangi, yang merupakan salah satu paru-paru kota yang vital. 

Rencana ini difokuskan untuk memperbaiki infrastruktur jembatan pedestrian, memberikan kenyamanan lebih bagi para pengunjung dan meningkatkan aksesibilitas di area tersebut.
 

Investasi Berkelanjutan untuk Ruang Hijau

Pemkot Bandung menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas ruang publik melalui renovasi yang diumumkan ini. Dengan investasi sebesar Rp 3,5 miliar, proyek ini mengedepankan dukungan terhadap keberlanjutan lingkungan kota.

Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga daya tarik Baksil sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga berfungsi sebagai langkah penataan ulang kota yang selaras dengan gaya hidup sehat dan ramah lingkungan. Pemkot berharap langkah ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya melestarikan ruang hijau.
 

Peningkatan Fasilitas Pedestrian

Renovasi tahap kedua difokuskan pada peningkatan fasilitas jembatan pedestrian, yang merupakan salah satu elemen penting bagi kenyamanan pengunjung. Dengan pembenahan ini, diharapkan para pejalan kaki dapat menikmati jalur yang lebih aman dan nyaman saat menjelajahi keindahan hutan kota yang terletak di jantung Bandung ini.

Pembaruan ini juga menjadi bagian dari strategi Kota Bandung untuk menciptakan fasilitas publik yang lebih inklusif dan mudah diakses oleh berbagai kalangan, termasuk difabel.
 

Kontribusi Terhadap Ekosistem dan Edukasi Lingkungan

Selain mempercantik wajah kota, renovasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap ekosistem lokal. Dengan penataan ulang vegetasi dan pemeliharaan yang lebih baik, Baksil dapat menjadi tempat penelitian dan edukasi bagi masyarakat mengenai flora dan fauna.

Kolaborasi dengan komunitas pendidikan di Bandung menjadi salah satu rencana jangka panjang untuk memanfaatkan Baksil sebagai pusat pembelajaran lingkungan, meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang konservasi alam.
 

Antusiasme dan Dukungan Masyarakat

Respon positif datang dari berbagai pihak, termasuk warga maupun pengunjung setia Baksil. Dukungan terhadap proyek ini memperlihatkan bagaimana masyarakat melihat pentingnya hutan kota sebagai tempat rekreasi dan perlindungan alam.

Antusiasme ini mendorong Pemkot Bandung untuk terus melanjutkan proyek yang berpotensi meningkatkan kualitas hidup urban. Melalui kolaborasi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan, diharapkan Babakan Siliwangi dapat terus menjadi salah satu ikon keberlanjutan kota.

Sumber: www.detik.com (03/01/2026)

0Komentar