Gfr6TUC7BUM9TSd5TfW0BSro
Light Dark
Bupati Sumedang Dorong Pejabat Struktural Aktif Terjun Langsung ke Lapangan untuk Meningkatkan Pelayanan Publik

Bupati Sumedang Dorong Pejabat Struktural Aktif Terjun Langsung ke Lapangan untuk Meningkatkan Pelayanan Publik

Daftar Isi
×
Dalam rangka memulai tahun 2026, Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menggarisbawahi pentingnya keterlibatan langsung pejabat struktural dalam aktivitas masyarakat. Dalam sebuah apel pagi di Lapangan PPS, bupati menekankan bahwa tugas para aparatur sipil negara (ASN) tidak hanya terbatas pada laporan, tetapi harus melibatkan interaksi nyata dengan warga. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kebijakan yang lebih responsif dan menyentuh langsung kebutuhan rakyat.

Pentingnya Keterlibatan Langsung

Dony menyampaikan bahwa 2026 harus menjadi tahun di mana pemerintah menunjukkan keberadaan dan kinerjanya secara nyata di tengah masyarakat. Melalui komunikasi langsung dan mendengarkan aspirasi serta keluhan warga, diharapkan kebijakan yang dihasilkan lebih empatis dan tepat sasaran. "Pejabat harus berada di lapangan, memahami masalah langsung dari sumbernya," tegas Dony. Hal ini mencerminkan komitmen untuk memperkuat koneksi antara pemerintah dan masyarakat yang dilayani.

Tagline 'Membumi' Sebagai Fondasi

Bupati juga memperkenalkan tagline 'Membumi' yang akan menjadi prinsip dasar dalam pengelolaan pemerintahan di tahun depan. Konsep ini diusung dengan harapan bahwa setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan menekankan pada transparansi dan kejelasan manfaat dari setiap proyek, Bupati Dony ingin memastikan bahwa tidak ada anggaran yang terbuang sia-sia tanpa hasil yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

Prinsip Kadeuleu, Karampa, dan Karasa

Prinsip Kadeuleu menekankan pentingnya kinerja pemerintah yang terlihat dan dirasakan. Dalam hal ini, semua proyek harus memiliki manfaat yang jelas. Sementara itu, prinsip Karampa menyoroti perlunya proses pengambilan keputusan dan pelayanan yang cepat serta efisien, dengan dukungan koordinasi yang baik antar lembaga. Dony juga mencatat bahwa perubahan zaman mengharuskan birokrasi untuk beradaptasi dengan ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi.

Keberhasilan Berbasis Dampak

Prinsip terakhir, Karasa, ditekankan sebagai ukuran sejati dari keberhasilan pemerintah. Menurut Bupati, bukan hanya jumlah program atau besaran anggaran yang menjadi indikator, tetapi sejauh mana masyarakat merasakan manfaat dari pembangunan. Dony menekankan bahwa fokus harus pada kesejahteraan petani, pertumbuhan UMKM, kemudahan investasi, dan peningkatan kualitas pendidikan serta layanan publik. "Jika manfaat ini belum dirasakan, maka kita harus mengevaluasi kembali kerja kita," ujarnya.

Sumber: www.radarbandung.id (05/01/2026)

0Komentar