Gfr6TUC7BUM9TSd5TfW0BSro
Light Dark
Wali Kota Bandung Perketat Keamanan Malam Takbir dengan Siskamling Massal, Pawai Motor Dilarang

Wali Kota Bandung Perketat Keamanan Malam Takbir dengan Siskamling Massal, Pawai Motor Dilarang

Daftar Isi
×

Pengamanan Malam Takbiran Diperketat

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengumumkan bahwa pengamanan untuk malam takbiran Idulfitri 2026 akan diperketat. Hal ini dilakukan melalui patroli ganda dan pengaktifan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling).

Fokus Pengamanan di Wilayah Rawan

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa fokus pengamanan akan diarahkan pada wilayah yang dianggap rawan, terutama rumah-rumah kosong dan potensi gangguan yang mungkin muncul akibat konvoi bermotor. Farhan menyatakan bahwa pengawasan malam takbiran akan dilakukan dalam dua tahap untuk menjaga keamanan dan ketertiban di kota menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Pengamanan kita lakukan dua kali, Kamis malam dan Jumat malam. Ini bagian dari langkah antisipasi agar tidak terjadi gangguan keamanan saat masyarakat merayakan takbiran,” ujar Farhan saat ditemui di Jalan A. Yani, Kota Bandung, pada Selasa (17/3/2026).

Kegiatan Bersih-Bersih dan Siskamling Aktif

Selain patroli, Pemkot Bandung juga merencanakan kegiatan bersih-bersih di sejumlah rumah ibadah besar. Perhatian khusus akan diberikan pada masjid-masjid ikonik, termasuk Masjid Agung, yang biasanya menjadi pusat aktivitas masyarakat saat malam takbiran. “Bersih-bersih ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan, tetapi juga memastikan kenyamanan jamaah yang datang untuk melaksanakan ibadah dan merayakan malam kemenangan setelah Ramadan,” ucapnya.

Farhan menambahkan bahwa konsep siskamling akan diaktifkan kembali. Ia berencana turun langsung ke lapangan untuk memantau kesiapan warga dalam menjaga lingkungan masing-masing. “Ini kita aktifkan lagi siskambling warga. Kita ingin lihat kesiapan di lapangan, terutama di wilayah perbatasan yang dianggap rawan,” katanya.

Perhatian pada Permukiman Sementara

Farhan juga menekankan bahwa kawasan permukiman dengan tingkat hunian sementara, seperti kos-kosan dan kontrakan, akan mendapatkan perhatian khusus. Area ini dinilai rentan karena banyaknya penghuni yang mudik saat Lebaran. “Rumah kosong itu pasti ada, terutama kos dan kontrakan. Nah, ini yang kita jaga bersama-sama supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Kepastian Hari Raya dan Kegiatan Takbir Keliling

Sementara itu, terkait kepastian Hari Raya Idulfitri, Farhan mengaku belum dapat memastikan apakah Lebaran akan jatuh pada Sabtu (21/3). Namun, ia memastikan bahwa seluruh skema pengamanan tetap berjalan sesuai rencana tanpa menunggu kepastian. Farhan memberikan kelonggaran bagi masyarakat yang ingin menggelar takbir keliling, dengan catatan tetap menjaga ketertiban dan tidak mengganggu keamanan serta kenyamanan publik.

“Takbir keliling boleh selama tertib. Tapi kalau sudah pawai motor, apalagi yang mengarah ke geng motor, itu tidak boleh,” tegas Farhan.

Akses Jalan dan Keamanan Flyover

Mengenai akses jalan, Pemkot memastikan tidak akan menutup flyover selama periode takbiran. Pengamanan akan difokuskan pada pengawasan dan penjagaan di titik-titik strategis. Farhan memberikan contoh bahwa pada 14 Maret lalu, flyover tetap aman meskipun sempat digunakan sebagai lokasi perayaan spontan oleh bobotoh Persib. Berkat koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), situasi dapat dikendalikan tanpa gangguan berarti.




Sumber: radarbandung.id (18/03/2026)

0Komentar