Gfr6TUC7BUM9TSd5TfW0BSro
Light Dark
Dishub Bandung Siapkan Strategi Antisipasi Libur Lebaran, 34 Titik Keramaian Diawasi Ketat

Dishub Bandung Siapkan Strategi Antisipasi Libur Lebaran, 34 Titik Keramaian Diawasi Ketat

Daftar Isi
×

Strategi Pengendalian Lalu Lintas Libu Lebaran 2026

Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perhubungan (Dishub) melaksanakan operasi besar-besaran untuk mencegah kemacetan lalu lintas selama puncak libur Lebaran 1447 H. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran arus kendaraan dan kenyamanan bagi warga serta wisatawan yang berkunjung ke Kota Kembang.

Fokus Utama pada Pengaturan Lalu Lintas

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, mengungkapkan bahwa seluruh personel telah disiagakan di lapangan. Tindakan yang diambil meliputi pengawasan, pengaturan, dan pengendalian jalan secara intensif, terutama untuk merespons potensi lonjakan volume kendaraan selama libur dan arus balik.

Rasdian juga menjelaskan bahwa Dishub telah memetakan 34 titik strategis di sekitar pusat perbelanjaan dan wilayah rawan kemacetan. Tiap titik tersebut dijaga oleh unit Gatur (Penjagaan dan Pengaturan) serta unit Edukasi yang akan memberikan arahan kepada pengguna jalan agar tetap tertib meskipun dalam kondisi padat.

Pemberantasan Parkir Liar dan Kesiapan Penanganan Darurat

“Salah satu ancaman utama kelancaran lalu lintas yang menjadi perhatian serius, praktik parkir liar di bahu jalan. Petugas melakukan penyisiran rutin di kawasan komersial, di mana kendaraan yang terbukti melanggar aturan akan langsung ditindak tegas, cegah terjadinya penyempitan ruang jalan memicu kemacetan panjang,” ujar Rasdian.

Untuk mendukung mobilitas dan penanganan situasi darurat, sebanyak 10 titik Pos PAM Angkutan Lebaran didirikan di lokasi-lokasi yang paling vital. Pos-pos ini berfungsi sebagai pusat komando lapangan untuk mempermudah koordinasi antarpelaksana selama masa libur berlangsung.

“Kekuatan armada derek disiagakan secara penuh di bawah koordinasi personel ASN Dishub di setiap pos pengamanan, tim derek ini sangat vital untuk mengevakuasi kendaraan yang mengalami kendala teknis atau kendaraan yang membandel melakukan parkir sembarangan di jalur-jalur utama mudik dan wisata,” jelasnya.

Pengamanan Objek Vital dan Tempat Wisata

Rasdian menambahkan bahwa pengamanan objek vital dan tempat wisata di Kota Bandung juga menjadi agenda utama dalam kegiatan PAM Lebaran 1447 H. “Bandung destinasi favorit, pengaturan akses masuk dan keluar di lokasi wisata diawasi ketat, menghindari penumpukan kendaraan yang meluap ke jalan protokol,” katanya.

Sinergi untuk Keberhasilan Operasi

Rasdian Setiadi menekankan pentingnya sinergi antara petugas di lapangan dan kepatuhan masyarakat untuk keberhasilan operasi ini. Pengawasan yang dilakukan secara berlapis di 34 titik diharapkan dapat menciptakan suasana lalu lintas yang lebih terkendali dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Kerjasama publik dalam mengikuti arahan petugas sangat diperlukan agar skenario lalu lintas yang telah disiapkan dapat berjalan efektif di lapangan,” ucapnya.

Selain itu, unit edukasi dari Dishub akan terus memberikan informasi kepada pengendara mengenai jalur-jalur alternatif untuk menghindari kemacetan di titik-titik rawan. Strategi komunikasi ini bertujuan untuk mendistribusikan beban lalu lintas secara lebih merata ke berbagai ruas jalan di Kota Bandung.

“Menjelang puncak arus balik, pengawasan di 10 Pos PAM semakin diperketat, memantau pergerakan kendaraan yang meninggalkan maupun masuk ke wilayah kota, tim monitoring bekerja 24 jam memastikan setiap insiden lalu lintas dapat ditangani dalam waktu singkat,” tutup Rasdian.



Sumber: radarbandung.id (28/03/2026)

0Komentar