
Diantara keramaian penjual makanan yang mulai beroperasi sejak sore, hiburan seni tradisional menyatu dengan berbagai aktivitas ekonomi, menarik perhatian para wisatawan yang datang dari berbagai penjuru.
Pesona Kuliner Malam
Sejak sore hari, Lengkong Kecil Kuliner Night telah menarik minat banyak pengunjung, dengan jumlah tertinggi terjadi pada akhir pekan. Jajaran pedagang yang menawarkan beragam kuliner khas Bandung, dari makanan tradisional hingga hidangan modern, semakin membuat daerah ini hidup.Keramaian ini tidak hanya sekadar berasal dari makanan yang ditawarkan, tetapi juga suasana hangat dan interaksi antara penjual dan pengunjung yang menjadikan pengalaman kuliner lebih berkesan.
Hiburan Budaya yang Membangun Keterikatan
Kehadiran pertunjukan seni di tengah kerumunan memberikan alasan lebih bagi pengunjung untuk tidak buru-buru pulang setelah menikmati hidangan.Pertunjukan budaya yang beragam, seperti tarian jaipongan dan pencak silat, tidak hanya menambah daya tarik tetapi juga memperpanjang masa tinggal pengunjung di kawasan tersebut.
Hal ini menciptakan suasana yang akrab dan penuh energi, di mana seni tradisional dan kuliner berpadu dalam harmoni.
Rampak Budaya Lengkong
Seni-seni tradisional ini dikelola oleh komunitas lokal yang secara aktif terlibat dalam pengembangan budaya di kawasan Lengkong Kecil. Dengan menggelar pertunjukan di area terbuka tanpa panggung permanen, penonton dapat merasakan kedekatan yang lebih dengan para seniman.Praktik ini tidak hanya memperkaya pengalaman pengunjung tetapi juga menunjukkan kekuatan kolaborasi antara seni dan kuliner dalam menjaga esensi budaya lokal.
Menjaga Nilai Budaya di Era Modern
Menurut tokoh budaya setempat, Deden Purwanjaya, keberadaan seni tradisi di Lengkong Kecil adalah langkah penting untuk menjaga esensi kawasan ini.Dalam era di mana banyak tempat wisata berfokus pada aspek komersial, inisiatif ini menjadi upaya yang signifikan untuk memastikan bahwa warisan budaya tetap hidup dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Dengan demikian, kawasan ini tidak hanya menjadi tujuan kuliner, tetapi juga sebagai ruang bagi pelestarian budaya melalui interaksi langsung antara seniman dan pengunjung.
Sumber: www.radarbandung.id (04/01/2026)
Sumber: www.radarbandung.id (04/01/2026)


0Komentar
Jangan lupa kasih komentar yaaa :D