Rencana pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Batununggal, Kota Bandung, mendapat penolakan dari warga setempat. Masyarakat khawatir aktivitas operasional dapur tersebut akan menimbulkan gangguan terhadap kenyamanan dan lingkungan mereka.
Latar Belakang Penolakan Warga
Seperti yang diberitakan oleh news.republika.co.id (11/11/2025), warga di lingkungan RT 4 RW 2, Kelurahan Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul, secara terbuka menyatakan keberatannya terhadap pendirian dapur MBG di wilayah mereka. Penolakan ini murni didasarkan pada potensi dampak negatif terhadap lingkungan permukiman.
Kekhawatiran Gangguan dan Kebisingan
Sebagai bentuk protes, warga memasang spanduk yang berisi dua pesan. Di satu sisi, spanduk tersebut menyatakan dukungan terhadap program MBG pemerintah. Namun di sisi lain, warga dengan tegas menolak lokasi dapur operasional di lingkungan mereka karena berpotensi memicu berbagai dampak negatif, salah satunya adalah kebisingan yang dapat mengganggu ketenangan.
Minimnya Sosialisasi kepada Masyarakat
Menurut keterangan Ketua RW 02, Badri Furqan, kemunculan rencana pembangunan dapur MBG ini sempat menimbulkan kehebohan di tengah masyarakat. Ia menyatakan bahwa warga tidak pernah menerima sosialisasi awal dari pihak pengelola terkait proyek tersebut, sehingga informasi tidak tersampaikan dengan baik kepada pihak yang akan terdampak langsung.
Hasil Akhir Dialog Warga dan Pengelola
Upaya dialog antara warga dan pihak pengelola dapur MBG telah dilaksanakan di Gedung Serbaguna RW 2 Kelurahan Batununggal. Hasil dari pertemuan tersebut mengukuhkan penolakan warga. Badri Furqan menjelaskan bahwa keputusan penolakan diambil karena keberadaan dapur tersebut diyakini berpotensi besar akan mengganggu lingkungan masyarakat di masa yang akan datang.
Referensi:
Sumber: Artikel ini disusun ulang secara faktual dari materi yang dipublikasikan oleh Republika.co.id pada Senin, 10 November 2025.

0Komentar
Jangan lupa kasih komentar yaaa :D